Kriik.. kriik.. kriik.. kriiik!!
Suara jangkrik berbunyi sahut-menyahut, membuat suasana malam ini semakin menyeramkan. Kami terus mengayuh pedal sepeda, semakin cepat dan cepaat. Hingga kami melewati rumah tua itu, rumah yang menurut cerita dibangun 3 tahun lalu dan ditempati oleh seorang anak muda yang tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini. Rumah itu terkesan mewah dengan bangunan yang besar dan kokoh dengan pagar tinggi yang mengelilinya.
Tiba-tiba terdengar suara orang tertawa dengan gagahnya, aku pun menoleh. Dari celah-celah pagar yang tidak ditumbuhi semak-semak lebat, aku melihat sesosok orang berdiri dibalik jendela. Sosok itu bergerak-gerak layaknya orang yang tertawa. Dan saat itulah aku semakin cepat mengayuh pedal sepedaku. Setelah aku tiba didepan rumahku yang kebetulan tidak jauh dari rumah tua itu. Aku tersadar akan sesuatu.
‘Asatagfirullah, si Ipah ketinggalan lagi!!’ucapku dengan nada kaget.
‘Woi, sialan lu ninggalin gua!! Emang ada apaan dah, kok lu kayak yang ketakutan gitu sih ?’tanya Ipah kepadaku.
‘Hhhh, Alhamdulillah!! lu gapapa kan , pah ?’tanya gua panik.
‘Gapapalah, emang kenapa sih ?’tanyanya kembali.
‘lu kga liat apa ? tadi ada bayangan gitu dibalik jendela tuh rumah tua. Trus kayak ada orang ketawa gitu. Emang lu kga denger ? gua panik, gua cepetin aja nih laju sepeda. Eh, gua malah jadi ninggalin lu. Hhehe, maap yaa!!’kujelaskan padanya panjang lebar.
‘Hhahahahahahahahahahuaaaaaaaaaaaa’
‘dih alah, lu ketawa apa nguap ?hhahahahahahaha.’
‘Hhehe, udahlah capek gua. Mau tidur, ngantuk!!Dadah’
‘Okedeh, tapi lu mandi dulu woi. Langsung tidur aja, bau bau!!’
Ipah hanya tersenyum padaku untuk membalas ejekanku itu. Mungkin dia sudah sangat lelah untuk membalasnya. Akupun masuk kerumahku yang letaknya tepat disebelah rumah Ipah. Sesampainya di rumah, aku menemui ibuku dan segera menuju kekamar. Meski ibuku sudah menyuruhku untuk mandi, perintah itu tidak kulakukan dan akupun bergegas menuju tempat tidur dan tak lama setelah itu aku terlelap dalam cahaya remang-remang. Yaah, aku memang kelelahan setelah mengerjakan tugas kelompok bersama yang lain. Zzzzzzzzzz..
¥
Kukkuruyuuuuuk..
Aku terbangun tepat 10 menit sebelum adzan shubuh, cukup lama aku duduk terdiam untuk mengumpulkan nyawaku yang pergi entah kemana. Dan akhirnya aku berhasil mengumpulkan seluruh nyawaku, lalu aku bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat tahajud. Tak lama setelah itu, adzan shubuh pun berkumandang dan segeralah aku tunaikan kewajibanku untuk shalat shubuh. Kemudian, aku bersiap-siap untuk pergi kesekolah dan menceritakan kejadian tadi malam kepada seluruh sahabatku.
Seperti biasa aku dan Ipah berangkat ke sekolah bersama. Sesampainya di sekolah kami segera menuju kerumunan orang-orang yang terdiri dari Dinda, Ranna, Dea, Fafa, Upi dan Fakhri. Kami pun mulai bercerita!!
‘Aiiiih, kira-kira siapa yaa si bayangan itu ?’komentar Fafa.
‘Iyaa yaa, jadi penasaran.’Ranna menambahkan komentar Fafa.
‘Gua juga kga tau.’jawabku sekenanya.
‘Gimana kalo nanti malem kita kesana aja, kita buktikan kebenarannya.’usul Upi dengan beraninya.
‘Lu yakin dengan usul lu ?lu kan penakut pi.’komentar Fakhri meremehkan.
‘Hhahahahahahahahahahahahhahah’kami pun tertawa bersama.
¥
Ssssssssshh.. Sssssssshhh. Sssssssh..
Angin malam mulai bertiup dengan kencang, suasana malam pun semakin mencekam. Untuk malam ini kami memilih Fafa sebagai pemimpin tour ini.
‘Oke, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji…….’
‘Halah, kelamaan Fa!!’sanggah Fakhri yang tidak sabaran.
‘Hhehe, okeoke. Kita mulai sekarang, apa perlengkapannya sudah siap ? kalo sudah, ayoo kita berangkat!!’teriak Fafa memberi komando dengan suaranya yang sedikit cepreng.
Sesampainya didepan rumah tua,
Ngiiiik.. ngiiik.. ngiik..
(suara pagar rumah tua yang tidak terurus)
‘Hiiiiyyy’komentar Dea yang ketakutan.
‘Ayoo, kita masuk!!’komando Fakhri dengan berani.
‘Eh, kita balik aja yukk..’Rengek Upi.
‘Yeeee, kan kamu yang usul. Kok malah kamu yang ga berani sih. Payah!!’Dinda meremehkan Upi.
‘Udahlah, kalo kelamaan disini kita malah buang-buang waktu tau.’aku pun memberikan komentar.
Sebenernya aku juga takut, tapi mau diapain lagi. Kan udah sampe sini, percuma dong aku dan temen-temen izin ke ortu. Pake acara ngeboong lagi, aku dan yang lain bilang ke ortu masing-masing mau kerja kelompok di rumah Dinda. Sedangkan Dinda bilang mau kerja kelompok ke rumahku. Yaaah, rencana akhirnya kami semua akan menginap dirumahku. Kecuali yang cowok, mereka mau ngga mau yaa harus pulang.
‘Ayoo!!’ajak Fafa.
Kami pun mulai memasuki rumah itu, kami memutuskan untuk masuk melalui pintu belakang. Dan kami berhasil!!. Cahaya dalam rumah ini remang-remang, pencahayaannya saja hanya dibantu oleh cahaya rembulan yang sedang purnama. Dea pun menyalakan senter. Saat itulah aku bisa melihat sekelilingku, banyak sekali patung-patung besar yang meyeramkan juga banyak buku-buku dari yang tipis, sedang hingga tebal berjejer rapi di beberapa lemari besar yang menjulang tinggi.
‘Pemilik rumah ini ternyata kutu buku, mau kenalan ahh. Kali aja bisa minjem buku-buku ini. Hhehe, tapi ada yang aneh dalam rumah ini. Ada bau yang tidak sedap yang tidak biasa, bau busuk yang sangat memuakkan. Ahh, paling ada bangkai tikus yang mati dirumah ini’Pikirku menghibur diri dalam ketakutan.
‘Dimana lu ngelihat bayangannya ?’tanya Fakhri mengagetkanku.
‘Emm, sepertinya dibagian depan. Ruang tamu mungkin.’jawabku.
‘Oke, kita ke ruang tamu sekarang!!’komando Fafa.
Diruang tamu, kami tidak melihat apa-apa selain sofa, meja dan benda- benda kecil yang dijadikan sebagai pajangan.’Tunggu, ada sebuah pistol diantara pajangan-pajangan antik itu. Sepertinya ada sesuatu yang ngga beres dirumah ini, ada hawa-hawa mencekam yang ngga biasa.’pikiran-pikiran aneh mulai terbayangkan olehku.
‘Treek’
Sepertinya aku menginjak sesuatu, aku nyalakan senterku dan kuambil sesuatu yang kuinjak tadi. Sebuah peluru!! Peluru itu dipenuhi oleh debu yang cukup tebal, kubersihkan dengan sapu tangan yang kubawa dan aku lihat perulu itu membentuk pola spiral yang unik. Berarti sekarang, aku harus menemukan pistol dan segera mengetahui jenisnya. Apa pistol yang tadi kulihat yaa !? tapi dimana aku melihatnya !?
……………
‘Hei, gua nemuin benda penting nih.’Ipah menunjukkan benda temuannya dengan bangga.
‘TOKALEV!!’teriakku dan Dea hampir bersamaan. Kebetulan kami menyukai benda yang cukup berbahaya itu.
‘Ha ? Apaan dah noh ?’tanya Upi dengan tampang blo’on.
‘Itu tuh, jenis pistol yang paling sering digunakan orang-orang untuk melakukan tindak kriminal. Biasanya orang-orang awam yang belum berpengalaman melakukan tindak kriminal, soalnya jenis pistol ini yang paling mudah didapatkan ’Dea menjelaskan.
‘oohh.’jawab kami hampir bersamaan. Yah, pengetahuanku tentang senjata api ini memang masih terbatas.
………….
‘Emm, sepertinya akan ada sesuatu yang menarik dari perjalanan ini.’komentarku dengan sok keren.
‘Lihat aja nanti!!Hhahahahahahahah’tambahku..
‘Apadah !?’komentar Fakhri.
‘Sialan lu, ri!!’ucapku sedikit kesal.
‘Kasian Novita..Ckck, memprihatinkan!!’Ranna berkomentar dengan seenaknya.
‘Hhahahahahahahahahaha’tapi akhirnya kami malah tertawa bersama..
Bersambung…

kayanya penokohannya tepat deh wkwkwk...
BalasHapuslucu dah ceritanyaa!! hahaha
hhahahaha, kayak org yg bikinnya kan ? wkwk
BalasHapus